Sunday, July 16, 2006

No Way to Treat a First Lady


Kategori: Legal/Action Thriller/Suspense
No Way to Treat a First Lady
Christopher Buckley
PT. Gramedia Pustaka Utama
448 hal.
Rp. 45.000,00



"I am thinking, therefore I exist." (Renee Descartes)


Dunia heboh! Presiden Amerika Serikat Kenneth Kemble MacMann ditemukan tewas di kamar tidurnya di Gedung Putih. Penyebab kematiannya diduga adalah epidural hematoma yang disebabkan oleh trauma hantaman benda tumpul. Saat kematiannya diperkirakan antara jam tiga lewat lima belas menit dan jam lima pagi. Semua bukti mengarahkan tuduhan ke Sang Ibu Negara, Elizabeth MacMann. Terutama ketika ditemukan sidik jarinya di sebuah Spittoon (tempat ludah dari logam), dan bekas cap dari sang pembuat tempat ludah itu, Paul Revere, di dahi Mr. Presiden.

Sang presiden terkenal sebagai seorang "petualang" yang sering meniduri tamu-tamu kenegaraan, dan sebelum malam naas itu terjadi, ia tengah ber-"kasak-kusuk" dengan seorang penyanyi yang terkenal dengan program "perdamaian dunia"-nya, Babette Van Anka. Menurut desas-desus yang terjadi, Beth menghantamkan Spittoon ke kepala Ken sampai tewas karena sudah tidak tahan lagi menahan kecemburuannya, atas hubungan Ken dengan Bab yang sering terjadi. Apalagi kali ini semua itu dilakukan di depan hidungnya sendiri.

Persidangan Beth MacMann melawan negara AS, yang lebih dikenal sebagai persidangan "millenium ini" pun dilaksanakan. Dan bagi ibu negara itu, satu-satunya orang yang dapat diandalkan untuk mencegahnya dilempar ke kursi listrik adalah si pengacara handal, Boyce Shameless Baylor. Ia merupakan mantan tunangannya yang ternyata menyimpan "sedikit" dendam, karena Beth meninggalkannya untuk menikah dengan Ken.

Boyce dijuluki "shameless"—tanpa malu—karena ia selalu berhasil memenangkan perkara bagi orang-orang yang sebenarnya tidak pantas dibela. Dan dia pun mendapat predikat pengacara terbaik, karena kemenangan-kemenangannya itu.

Pada mulanya tidak dijelaskan, apakah Ibu negara benar-benar bersalah atau tidak. Karena kita baru diceritakan secara detil setelah Presiden MacMann tewas. Dan tidak diceritakan bagaimana kejadian "pelemparan" itu terjadi. Kita dibiarkan mengikuti plot yang disajikan oleh Buckley, sehingga kita kadang-kadang berada di satu titik, "Si Ibu Negara memang bersalah", dan kemudian tiba dititik lain bahwa "Beth sama sekali tidak bersalah" atau bahkan ragu "mungkin ia bersalah, tapi wajar saja si Mr. Presiden diperlakukan demikian". Beth MacMann kadang digambarkan sebagai seseorang Ibu Negara yang baik, bersahaja, dan berkepribadian kuat. Di lain pihak digambarkan sebagai sosok yang dingin serta seringkali menyebalkan. Hal ini membuktikan bahwa Christopher Buckley memang pintar mempermainkan perasaan pembacanya.

Tampaknya sangat sulit, bagi Beth untuk tidak menerima tuduhan pembunuhan itu. Ditambah lagi, hampir sebagian besar masyarakat Amerika Serikat tidak memberikan dukungan terhadapnya.

Buku ini sarat dengan sindiran-sindiran yang sinis serta sarkastik. Saya tidak menganggapnya "lucu" sehingga membuat saya tertawa terbahak-bahak. Hanya saja seringkali saya justru menganggapnya funny in cynical way. Terutama bagaimana persepsi masyarakat AS terhadap pemimpinnya yang maniak perempuan dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kondisi dunia pada umumnya.

Pernah ada suatu pertanyaan yang diberikan seputar presiden yang menjadi pilihan kita. Pertanyaannya kalau tidak salah seperti ini: Manakah yang akan anda pilih, seseorang yang gemar mabuk-mabukkan dan main perempuan, atau yang setia pada istrinya? Jawabannya ternyata sekitar 90% memilih yang kedua, yaitu yang setia pada istrinya. Hasilnya menunjukkan bahwa presiden atau pemimpin yang paling banyak dipilih adalah Hitler! Dan pemimpin yang gemar mabuk-mabukan serta main perempuan adalah Woodrow Wilson, sang idealis yang memimpikan perdamaian dunia dengan membentuk Liga Bangsa-bangsa!

Semua ini memberikan kita pelajaran bahwa belum tentu yang seseorang yang kita anggap baik adalah pahlawan, dan seseorang yang kita anggap salah itu penjahat. Pikiran kita dibolak-balik, diputar-putar. Begitu pula di novel ini. Sebagian besar settingnya adalah persidangan "millennium ini", yang tadinya Negara melawan Beth MacMann, berbalik menjadi Beth MacMann melawan negara! Dan diakhir-akhir malah lebih keluar jalur lagi, menjadi the State VS Babette Van Anka! Sangat penuh dengan intrik.

Lagi-lagi kita dibukakan mata, bahwa apa yang kita lihat dan percayai, belum tentu benar. Kebenaran itu adalah realitas yang tidak kita ketahui. Sedangkan yang kita lihat sekarang, hanyalah bayangan dari kebenaran itu sendiri.

Saya menceritakan buku ini seolah-olah buku ini adalah bacaan berat. Padahal bukan. Sama sekali bukan. Buku ini cukup ringan, dan relatif menghibur. Walaupun terus terang saya banyak berpikir soal hal-hal yang disebutkan dalam buku ini. Because it came to my interest when a story tells me about international relations, especially it tells so much about US domestic and foreign affair. It’s really fascinating though. According to me, it was one of the world biggest conspiracy theory of all against all. Yang namanya Tom Clancy, Sidney Sheldon, Dan Brown dan Michael Crichton, serta pakar-pakar teori konspirasi lainnya, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan absurditas karya Buckley ini. Makin tidak masuk akal teori konspirasi itu maka akan semakin luar biasa. Bukan begitu bukan?

Yang saya suka dari buku ini adalah hasil akhirnya yang menggembirakan bagi setiap orang yang terlibat, tapi tidak untuk para Presiden. Benar-benar deh, jangan main-main dengan ibu negara!

-nat-

3 orang yang berkomentar:

mina said...

di your reviw tertulis gini: " Yang namanya Tom Clancy, Sidney Sheldon, Dan Brown dan Michael Crichton, serta pakar-pakar teori konspirasi lainnya, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan absurditas karya Buckley ini."
wah, dibilang lebih hebat dari Tom Clancy dan Michael Crichton. Buku ini brarti layak beli ya? kemaren nimbang2 pengen beli yang ini

natnat said...

bukan maksudnya ngebandingin bagus ato nggaknya. tapi, buku ini teori konspirasinya konyol banget, dan gak pernah terlintas di pikiran gw sebelumnya. absurd gethooo... kalo clancy, crichton, sheldon, kan politik banget... hihihi

mina said...

eh, absurd ya? bagus kalo gitu. beli ah nanti.