Friday, September 15, 2006

Chasing Vermeer

Kategori: Children Adventure
Chasing Vermeer (Mengejar Lukisan Vermeer)
Blue Balliett
Ilustrasi oleh Brett Helquist
Little K, 2004
316 hal.
Rp. 39.500,00


3 surat misterius dikirimkan di tengah malam. Isinya berupa surat pemberitahuan disertai surat ancaman, bahwa sebuah lukisan yang berharga akan hilang, apabila ketiga orang itu tidak bersedia membantu, dan melapor ke polisi, nyawa mereka akan terancam.

Petualangan dimulai ketika Calder, si rambut berantakan, dan Petra si rambut segitiga, kedua anak berumur 12 tahun, terlibat dalam penyelidikan mengenai hilangnya lukisan Vermeer, A Lady Writing.
Siapakah Vermeer? Sampai saat ini, kehidupan pribadi Vermeer masih dalam tanda tanya, karena tidak ada dokumen tentang Vermeer yang tersisa. Vermeer atau Johannes (Jan) Vermeer (1632-1675) adalah pelukis Belanda, yang terkenal dengan komposisi karyanya yang secara matematis seimbang, serta efek pencahayaannya yang keren banget. Vermeer ini salah satu pelukis yang beraliran Baroque. Menurut informasi, hanya sekitar 35 lukisan Vermeer yang bisa diidentifikasi, karena Vermeer jarang menandatangani karya-karyanya. 35 lukisan yang bisa diidentifikasi ini pun, masih diragukan originalitasnya. Benarkah semua ini karya Vermeer, atau karya orang lain yang menjiplak ide-nya?

Hilangnya A Lady Writing menggemparkan seluruh dunia. Menantang semua orang untuk berlomba-lomba menemukan mana karya Vermeer yang asli, mana yang bukan.
Di bantu oleh mimpi, kebetulan-kebetulan, Pentomino, buku karya Charles Fort yang berjudul Lo!, surat-surat, teka-teki, kodok-kodok, serta Lady dalam lukisan itu sendiri, Calder dan Petra memecahkan misteri hilangnya lukisan mahakarya itu.

Mereka tidak hanya menemukan lukisan itu serta menangkap pelakunya, mereka juga menemukan misteri di balik angka 12!!!!

Pertama ngeliat cover buku ini, terus terang mirip banget sama cover Harry Potter and the Sorcerer’s Stone, loh. Mulai dari komposisi warna, sampe wajah-wajah orangnya. Yang gak sreg adalah gambar si Petra, yang berambut segitiga. Tampangnya tua banget, untuk ukuran anak berumur 12 tahun. Bandingin aja sama Calder, yang disebelahnya. Belum lagi, saya pikir Petra itu anak laki-laki!

Baca buku ini serasa membaca the Alchemist-nya Paulo Coelho, tapi dalam versi cerita anak-anak, tentunya. Intinya sih kita harus percaya bahwa sesuatu di dunia ini gak ada yang serba kebetulan, semuanya ada yang mengatur. Percaya aja sama intuisi kita. Baik kita sadari maupun nggak.

Di awal cerita, saya sempat berpikir begini: bacaan ini terlalu berat untuk anak-anak. Karena terlalu detail, dan hanya sedikit petualangannya. Dan begitu sampai ke petualangannya, butuh konsentrasi serta daya imajinasi yang tinggi.
Atau saya aja yang sudah terlalu “tua” sehingga tidak bisa berkonsentrasi dan kurang daya imajinasi ya?

Untung ada ilustrasi-ilustrasi karya Brett Helquist di dalam-nya. Sedikit banyak saya terbantu.

Ada beberapa informasi yang hilang ketika saya membaca ini. Dan sampai sekarang saya belum menemukan jawabannya. Buat yang udah baca buku ini, saya mau nanya: bagaimana dan kapan si Petra melihat surat yang terbang di tiup angin? Ayah Petra menyembunyikan apa sih?
Pada mulanya saya pikir, ayah Petra-lah yang mendapat salah satu dari surat misterius itu. Taunya ia sama sekali gak ada hubungannya dengan apapun.
Trus apa hubungannya Kodok, Charles Fort, sama Frog yang hilang? Nasib Tommy, sahabat Calder yang pindah rumah ke New York, gimana?

Hwaahhh, saya bingung bacanya!!!!!! Belum lagi teka-teki pentomino dan tantangan ilustrasi untuk pembaca!

Saya penasaran dengan surat-surat Calder yang dikirim dari Tommy, yang berisi kode-kode Pentomino. Saking seriusnya saya berusaha mencari jawabannya, banyak halamannya copot, kelipet, keriting, robek!!!! Hwaaa!!!! Seharusnya penerbit ngasih kunci jawabannya di belakang buku, jadi buat yang males menjawab teka-teki ini, bisa menikmati buku dengan tenang gak perlu susah-susah menemukan jawabannya. Gituuu…

O iya, saya juga pernah baca tentang novel yang bercerita tentang salah satu karya Vermeer juga, yaitu the Girl with a Pearl Earring, karya Tracy Chevalier, yang pernah difilmkan pada tahun 2003. Film-nya juga bagus…

-nat-

Gambar a lady writing bisa dilihat di
http://essentialvermeer.20m.com/catalogue/lady_writing.htm#

Jawaban Tantangan Ilustrasi bisa dibaca di sini

7 orang yang berkomentar:

Anonymous said...

pentomino apaan sih?

natnat said...

makanya baca buku chasing vermeer...

Serunai Faqir aka SF said...

saya senang sekali baca review di sini, lalu saya sambungkan di blog saya ...

Kobo Chan said...

nat...
mau jawab salah satu pertanyaan juga : si tommy temannya calder itu kan akhirnya kembali ke kota itu lagi, dikasi uang ama Calder kan.

Kalau aku sih yg paling ngeganjel aku rasa itu yah bagian Petra menemukan surat itu. Memang gak ada disebut2 di awalnya, tahu2 aja di tengah2 ngomong gitu, sebal aku, hahahahaha

hege said...

Wah, blog-nya keren, gak sengaja browser, klak klik eh sampai disini, gak sengaja baca-baca, jadi pingin ke toko buku, hehehe

natnat said...

-toek kobo-
iya, yang "bagian surat melayang" itu memang nyebelin. tapi yang bagian tommy juga kan blm selesei... entar, tommy sama petra bisa temenan gak ya???? itu yg bikin ngeganjel

natnat said...

-toek hege-
hihihihi... (ketawa geer)